-->

2 bulan dah lewat, prakerja gelombang 4 tak buka

Pendaftaran Prakerja Gelombang 4 Prank


Setelah penyelenggaran pendaftaran prakerja seleksi gelombang 1-2 dan 3, proses pendaftaran gelombang selanjutnya jadi tertunda. Sudah beberapa bulan tanpa kabar, namun sebelum bulan puasa berakhir kepala penanganan kartu prakerja (PMO) mengatakan bahwa pendaftaran gelombang ke 4 akan dibuka pada tanggal 26 Mei 2020 tepat 2 hari setelah idul fitri, jam 10 pagi. Namun hingga pukul 11 siang belum ada tanda-tanda dibukanya gelombang.

Dan pada pukul 11:30 siang ditanggal yang sama ternyata prank!, pembukaan seleksi gelombang ke 4 pada hari itu hanyalah omong kosong. Padahal sudah banyak orang yang menunggu kedatangan pendaftaran Gelombang ke 4, namun sangat disayangkan malah menundanya hingga pada waktu yang tidak ditentukan.

Kalau tidak jelas mohon jangan buat janji donk... Ini prakerja atau program apa?, kok layanan-nya banyak yang bermasalah? Gak profesional donk, pembukaanya dimasa pandemi dinilai kurang tepat apalagi layanan-nya. Ibaratkan program prakerja ini sudah jatuh ditimpa tangga pula tanpa kesiapan yang matang.

Jujur saya juga menunggu gelombang ke 4, karena saa pembukaan gelombang ke 1 kemarin saya hanya sempat mendaftar, sementara pembukaan gelombang 2 dan 3 saya tidak mengetahui informasinya karena tidak ada kuota. Dan saya tinggalkan akun karena servernya macet, banyak error dan ketika saya login dengan email dan kata sandi yang benar malah dinyatakan salah!.

Setelah lama ditinggal saya lanjutkan kembali pada tandibutuhkan 2020. Dan apa hasilnya? Gelombang pendaftaran belum dibuka. Saya habiskan waktu itu untuk menunggu dan mempersiapkan semua bahan yang dibutuhkan termasuk kuota internet 75rbx2 = 150ribu.

Uang yang saya siapkan ternyata tidak ada gunanya, untung saja saya masih bisa menggunakan kuota tersebut untuk kegiatan lain seperti menulis blog atau membuat video youtube yang kreatif. Sekilas selama 2 bulan saya ngabisin kuota, 30GB hanya untuk masa nganggur tanpa mendapat pekerjaan apapun.

Saya tidak melanjutkan mencari kerja saat lulus sekolah karena minimnya pengalaman dalam bersosialisasi. Maklum bapak saya juga hanya sekedar dirumah nggak keluar kalau nggak kerja, tempat tinggal saya juga berada sangat jauh dari kediaman teman-teman yang saya kenal.

Saya dulu sudah ber-inisiatif membuka usaha servis elektronika sendiri, tapi bapak saya tidak mendukungnya. Padahal saya sangat membutuhkan apapun peralatan yang dibutuhkan. Bapak saya bukanlah orang baik yang perhatian, penuh kasih sayang. Tapi orangnya pelit, dan juga terlalu berharap diberi. Pola didikanya juga kurang baik (toksik), penuh dengan kata-kata kasar, mamah saya 4x diceraikan oleh bapak saya karena tingkahnya yang sudah nggak bedah jauh dengan binatang.


Saya tidak begitu mengetahui kenapa program ini banyak sekali mengalami masalah. Selain masalah ketidak tepatan pengeluaran dan penyaluranya, juga punya masalah keterlambatan dalam proses penyelenggaraan. Dilihat dari pertamakali dibuka pendaftaran, server mengalami gangguan karena banyaknya pengakses. Server Prakerja yang baru dibuka pada bulan lalu langsung saja diserbu ribuan pendaftar diseluruh indonesia.

Trouble yang dialami yaitu sulitnya mengakses website, kadang web dalam keadaan mati (down) tidak bisa diakses sama sekali. 2 jam setelah itu website sudah bisa diakses, namu setelah proses pendsftaran yang cukup rumit kini saya tidak bisa login. Saat login terdapat notif kata sandi salah, padahal kata sandi tersebut benar. Akhirnya program prakerja saya tinggalkan, padahal saat ini saya memang butuh sekali dana apalagi saya belum bekerja sudah 1 tahun lebih.


Yang membuat saya meninggalkan pendaftaran prakerja saya tidak punya banyak kuota. Uang saja tidak punya, gimana mau beli kuota. Dan satu lagi, saya salah nangkap kata orang lain penerimaan dana insentif hanya bisa dilakukan pada rekening Bank BNI. Sontak saya jadi kurang semangat, ya karena tidak mempunyai Rekening Bank. Tapi setelah mendengar kabar kalau dana insentif bisa dicairkan menggunakan E-Wallet saya kembali ke prakerja lalu melanjutkan pebdaftaran yang sebelumnya tertunda.

Saat login saya langsung dimintai NIK, dan foto selfi dengan KTP. Kebetulan saya sudah punya foto sejak pertama, jadi langsung saya unggah saja. Namun sayangnya saat itu pendaftaran sudah sampai ke Gelombang ke 4 yang belum juga dibuka, saya melengkapi data pada tanggal 2 mei.

Menjelang Hari raya saya dapat THR dari Ayah dan Wak. Nah uang itu saya rencananya akan saya gunakan untuk membeli kuota buat latihan prakerja. Saat mendengar kalau pendaftaran gelombang ke 4 dibuka tanggal 26 Mei 2020, saya langsung senang. Sehingga saya persiapkan pada tanggal 24 saya beli kuota, Ambil paket Rp 60.000,- (30GB/15GB).

Siang hari, tanggal 26 mei nya saya sudah bersiap-siap menunggu bukanya pendsftaran gelombang 4 dari pukul 00:00 malam. Saya bergadang hingga pukul 3 pagi sambil menulis blog. Tapi setelah siang, hingga pukukul 11 siang tidak ada tanda-tanda pembukaan gelombang. Hingga pada pukul 11:34 ada kabar bahwa pembukaan gelombang ke 4 ditunda.

Saya sangat kecewa, padahal saya sudah menyiapkan diri dan modal (Kuota). Sepertinya itu yang berkata dibuka tanggal 26 hanya ngeprank!, gini amat sih jadi pengangguran. Ibaratkan udah jatuh ketimpa tangga pula, ya mau gimana lagi. Seandainya pendaftaran prakerja dibuka bulan depan saya sudah tidak ada uang lagi buat membeli kuota internet.